Idiom Kota Muram

Meringkuk di keterasingan kota
dengan setengah nyawa menyebar
Bekerja ekstra selaput mata
dari kiri kanan siap menyambar

Semesta membangun asa
tercipta raut wajah tebal
Meraup dekat menyerap rasa
kemurnian terhindar bebal

Sendiri memelintir nyeri
berbaur rasa asam perih
Sering kawanan mengasihi diri
agar tak tercipta sesuatu pedih

Raungan kelam  cahaya malam
berjejal bumbung kabut asap murka
Menengadah membabi kelam
terima saja, pasti kau suka!

Advertisements