Bulir Lirih

Menggigil diremas jelaga merah
Terketuk buka pintu amarah
Hisapan rindu mendedas peluh
Tak ayal hanya tersentuh keluh

Kaki berangkat mengumbar nyali
Mata beringsut menderas hari
Berpijar surya kikiskan padam
Semoga terlihat asa terpendam

Langkah diri meredam perih
Angkat kepala menjauh lirih

Menanti bulan penuh berharap
Semoga saat bertemu bercumpu kalap
Menangkis segala hirup bulir
Seakan bagai insan yang baru terlahir

Langkah diri menghisap hati
Merekah erat terwujud mimpi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: